5 Strategi Jitu Yang Dipakai Perusahaan-Perusahaan Eropa

5 Strategi Jitu Yang Dipakai Perusahaan-Perusahaan Eropa

5 Strategi Jitu yang dipakai Perusahaan-perusahaan Eropa

Perusahaan – perusahaan Eropa dikenal sebagai perusahaan global yang sukses di banyak belahan dunia. Meski begitu, Eropa bukan satu-satunya benua untuk mengenal perusahaan global sukses, bahkan seringkali Benua Biru dibandingkan dengan Negara Paman Sam. Meski terlihat mirip sebenarnya ada sejumlah perbedaan dari bisnis perusahan Eropa dengan Amerika. Berikut ini adalah  5 Strategi Jitu yang dipakai perusahaan-perusahaan Eropa.

Pembiayaan bisnis
Untuk pembiayaan terutama bisnis di sektor swasta, pemilik bisnis di kawasan Eropa bisa dibilang memiliki track record yang jauh lebih baik. Sebagai contoh pemerintah bisa dengan mudah mendanai pertumbuhan ekonomi di sektor bisnis swasta melalui utang. Hal ini berbanding terbalik dengan sektor bisnis swasta di Amerika Serikat yang cenderung mengharuskan pembiayaan di awal didapatkan melalui pinjaman dan utang. Cara pendanaan di Amerika Serikat tersebut bisa dibilang bukan menjadi catatan sejarah bagi  pengusaha sukses di kawasan Eropa.

Pemilik usaha
Para pengusaha di Eropa cenderung mengandalkan strategi ganda untuk pendanaan serta  distribusi kepemilikan untuk mendanai proyek-proyeknya. Dalam banyak kasus, usaha kecil yang didanai oleh keluarga dan teman-teman biasanya semua orang yang terlibat sebagai penyandang dana akan mengambil sedikit tanggung jawab dan kepemilikan. Jika bisnis ini kemudian tumbuh biasanya akan dikonsolidasikan ke tangan paling tertarik, tapi semua penyandangan dana akan mendapatkan manfaatnya tanpa risiko gagal bayar utang.  Meski para pengusaha di Amerika Serikat terutama start-up harus meminjam bahkan berutang di awal, tapi ternyata jika bisnis sudah berjalan akan sangat mudah bagi pengusaha di Amerika Serikat untuk mendapatkan angel investor serta kepemilikan usaha berdasarkan jumlah pendanaan.

Fokus
Perusahaan-perusahaan Eropa biasanya akan lebih mempersempit fokus keuntungan yang dimiliki, sehingga dapat bersaing dengan menekankan berbagai hal. Misalnya, sebuah perusahaan Eropa yang ingin membuka restoran baru dan bersaing dengan restoran yang menawarkan menu tradisional Inggris seperti ikan dan keripik kentang, maka ia bisa menawarkan ikan Cajun-style dan keripik keripik kentang dengan hidangan lainnya yang tidak otentik dengan menu makanan Inggris. Hal ini berbeda dengan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat yang cenderung berfokus pada satu keunggulan kompetitif terhadap saingannya. Sebagai contoh jika ingin bersaing dengan  restoran yang menawarkan menu tradisional Inggris, biasanya perusahaan Amerika Serikat dalam upaya pemasarannya akan menekankan keotentikan dari ikan dan keripik kentang yang ditawarkan.

Iklan
Salah satu cara untuk mendapatkan keuntungan lebih besar dan bisa dipelajari dari perusahaan Eropa adalah berfokus pada iklan lokal. Sebuah studi yang dilakukan oleh Franklyn A. Manu dari Morgan State University menemukan bahwa perusahaan-perusahaan Amerika umumnya menghabiskan lebih banyak uang untuk beriklan dibandingkan perusahaan-perusahaan Eropa. Sebab perusahaan-perusahaan Eropa sering kali menghadapi lingkungan dengan peraturan yang sangat ketat terutama di kawasannya sendiri, sehingga mendorong mereka untuk menjadi lebih konservatif untuk pendekatan pemasaran.

Inovasi
Perusahaan-perusahaan Eropa bisa dibilang lebih sering mengandalkan pertahanan untuk pangsa pasar yang sudah  ada dibandingkan harus masuk ke pasar yang baru. Hal ini dilakukan untuk menjaga loyalitas konsumen yang sudah ada pada brand yang sudah ada dan bukan untuk mencari konsumen baru. Misalnya, perusahaan Eropa yang mengekspor bir ke Amerika Serikat akan berfokus pada satu atau dua bir klasik yang sudah memiliki pelanggan setia di Amerika Serikat. Hal ini berbeda dengan perusahaan Amerika Serikat yang memilih bersaing untuk menawarkan berbagai macam bir dengan rasa yang berbeda hingga metode pembuatan bir baru.